Wednesday, December 12, 2018

Function dan Recursion

FUNCTION DAN RECURSION DALAM PEMROGRAMAN C

A. Function

Pada hakikatnya, function dalam bahasa C secara singkat dapat diartikan sebagai bagian dari suatu program yang berbentuk modul. Letaknya terpisah dari fungsi utama int main(). Dengan kata lain, kita dapat membuat sendiri modul program tersebut, kemudian kita dapat memanggil fungsi yang kita di dalam int main() tersebut.

Contoh kita membuat program matematika dengan menggunakan fungsi:

#include <stdio.h>

int Perkalian(int Angka1,int Angka2)
{
int Hasil;
Hasil=Angka1*Angka2;
printf("%d",Hasil);
}

int main()
{
int Angka1,Angka2;
scanf("%d %d",&Angka1,&Angka2);
Perkalian(Angka1,Angka2);
return 0;
}

pada program di atas, kita menemukan modul subprogram int Perkalian(int Angka1, int Angka 2), yakni sebuah fungsi untuk digunakan nantinya pada int main() tersebut.
int Angka1, int Angka2 merupakan parameter yang merupakan data masukan untuk subprogram yang nantinya akan diproses dalam subprogram tersebut.

N.B:
Adapun cara lain untuk men-declare variabel pun dapat diletakkan setelah #include<stdio.h> yang disebut GLOBAL.

Adapun kelompok-kelompok modul pemrograman yakni:

1. High-Fan-In: yakni modul program yang sering dipakai
Contoh : int main(), ataupun #include<stdio.h>
2. Low-Fan-Out: yakni modul program yang mempunyai fungsi yang spesifik.
Contoh: math.h,string.h,dkk.
3. Self-Contained: Yakni modul program yang dapat dibuat sendiri, seperti yang terdapat di contoh tadi.

B. Recursion

Recursion adalah fungsi yang digunakan untuk memanggil fungsi itu sendiri.
Contoh pemrograman paling populer yang dapat diselesaikan dengan metode rekursif adalah faktorial dan Fibonacci.

Fungsi rekursif mempunyai dua komponen:

- Base Case : mempunyai nilai return yang konstan tanpa memanggil pemanggil rekursif berikutnya.
- Reduction Step : urutan nilai input konvergen ke case dasar.



2201746644
skyconnectiva.com
binus.ac.id
Raditya Farid P.W


No comments:

Post a Comment